Antisipasi Perubahan Iklim, ASEAN Harus Bersatu dalam Perdagangan Karbon!
Sep 05, 2023 10:18:44 am
Irma Nuranisa, S. Ak, Ak - BATS Consulting
Dalam upaya antisipasi
perubahan iklim, ASEAN nampaknya harus bersatu dalam perdagangan karbon.
Hal tersebut diungkapkan
oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam kegiatan
ASEAN Business & Investment Summit 2023 yang digelar di Jakarta pada
hari Minggu (3/9/2023).
“Penting bagi semua anggota
ASEAN untuk bekerja sama, karena dana perubahan iklim dan pasar karbon sangat
penting untuk masa depan berkelanjutan” tutur Airlangga, dikutip dari Antara.
Dirinya mencontohkan,
Singapura dan Malaysia yang juga sedang mengerjakan perdagangan karbon dengan
sistem yang berbeda.
Indonesia sendiri pun
melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengembangkan kebijakan mengenai
bursa karbon yang tertuang dalam POJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan
Karbon melalui Bursa Karbon yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Dalam konteks tersebut,
negara ASEAN dapat saling bekerja sama untuk perdagangan karbon.
“Kami tidak ingin ASEAN
terpecah belah oleh pendanaan hijau secara global. Kita butuh kolaborasi dengan
negara-negara ASEAN lainnya,” ungkap Airlangga.
Di sisi lain, beliau pun
menyoroti pentingnya aspek penguatan peran swasta dalam mengurangi risiko
fragmentasi geopolitik.
Hal tersebut dapat
dilakukan dengan adanya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam
pengembangan arsitektur ekonomi multilateral yang terbuka, tidak diskriminatif,
dan berbasis aturan.
“Sektor swasta harus
bekerja sama dengan bisnis-bisnis lainnya untuk mengeksplorasi area kolaborasi
yang potensial,” ujar Airlangga.
“Sektor swasta ASEAN tidak
boleh hanya berpegang pada model bisnis, tetapi juga memaksimalkan keterkaitan
ekonomi lokal dan juga melibatkan UMKM,” lanjutnya.
Hal ini menegaskan bahwa
sektor swasta juga perlu terlibat aktif yaitu dengan mencari berbagai peluang
pertumbuhan baru.
Share to: