Sep 21, 2023 11:06:35 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Bursa Malaysia, Bursa
Efek Indonesia (BEI), dan Stock Exchange of Thailand (SET) telah menandatangani
sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan untuk menjajaki
pembentukan ekosistem terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) di
seluruh kawasan ASEAN. Langkah ini menandai tonggak penting dalam meningkatkan
kerja sama regional dan mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh ASEAN.
MoU ini mencerminkan
komitmen bersama ketiga bursa ini untuk menghijaukan rantai pasokan, sekaligus
mengakui potensi untuk mengoptimalkan keterhubungan dan komparabilitas data ESG
di kawasan ini.
Dengan menggabungkan
keahlian dan sumber daya, Bursa Malaysia, BEI, dan SET bertujuan untuk secara
kolaboratif memacu penerapan praktik-praktik ESG yang baik, serta mendorong
pertumbuhan yang bertanggung jawab di pasar masing-masing. Melalui MoU ini, mereka
juga membuka peluang lintas batas terkait investasi ESG di ketiga pasar
tersebut.
Kolaborasi ini
bertujuan untuk mengidentifikasi kesamaan dalam ekosistem ESG ASEAN, yang akan
memfasilitasi perdagangan lintas batas, memperluas peluang bisnis, serta
memajukan pembiayaan berkelanjutan bagi perusahaan-perusahaan dari berbagai
ukuran dan rantai pasokan mereka di kawasan ini.
Datuk Muhamad Umar
Swift, CEO Bursa Malaysia, mengatakan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk
meningkatkan kerja sama lintas batas dan memanfaatkan peluang untuk
menyelaraskan langkah-langkah ESG dan infrastruktur ESG yang mendorong praktik
bisnis berkelanjutan di ASEAN.
"MoU ini menjadi
landasan bagi kolaborasi serupa dengan bursa-bursa lain yang berkepentingan di
Asia. MoU ini juga dapat menjadi landasan yang kuat untuk melibatkan
mitra-mitra dari negara-negara utara," katanya dalam keterangan resmi BEI.
Iman Rachman dari BEI
menyatakan antusiasmenya terhadap kemitraan ini dan menyebutnya sebagai langkah
menuju penciptaan masa depan yang berkelanjutan bagi pasar modal. Ia percaya
bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mendorong perubahan positif di kawasan ini.
"Kami berharap
dapat bekerja sama dengan Bursa Malaysia dan SET dalam mengembangkan solusi
inovatif yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan, dan berkontribusi pada
pengembangan perusahaan yang tangguh dan bertanggung jawab," ujarnya.
Pakorn
Peetathawatchai, perwakilan dari SET, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen
untuk mempromosikan praktik ESG di pasar modal Thailand. Kolaborasi dengan
Bursa Malaysia dan BEI memungkinkan mereka untuk bersama-sama menciptakan
ekosistem ESG yang terintegrasi.
"MoU ini
mendukung integrasi pasar ASEAN sebagai asset-class untuk menarik investor
internasional, memberikan peluang untuk berbagi pengetahuan, serta memungkinkan
kami untuk memanfaatkan kekuatan satu sama lain demi menciptakan masa depan
yang lebih berkelanjutan bagi pasar kami," ujarnya.
Sebagai bagian dari
kerja sama yang tertuang dalam MoU, ketiga Bursa akan menjajaki berbagai
inisiatif, termasuk mengidentifikasi komponen-komponen infrastruktur ESG yang
penting untuk mendukung perusahaan dalam mengupayakan dekarbonisasi dan
keberlanjutan di seluruh rantai pasokan mereka.
Mereka juga akan
membangun lingkungan "sandbox" yang dirancang untuk memfasilitasi
perdagangan dan menciptakan peluang bisnis baru bagi perusahaan dan rantai
pasokan mereka, termasuk usaha kecil dan menengah. Selain itu, ketiga bursa
akan memanfaatkan keahlian dalam praktik ESG melalui lokakarya, sesi pelatihan,
dan program berbagi pengetahuan untuk mendukung peningkatan ekosistem ESG di
kawasan ASEAN.
Kemitraan ini
memberikan harapan bahwa ASEAN akan menjadi pemimpin dalam mendorong praktik
bisnis berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap tujuan-tujuan
pembangunan berkelanjutan di tingkat global.