Kerangka CRMS Indonesia dan Keselarasan dengan Skenario NGFS

Feb 24, 2025 10:40:34 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting

Sebagai negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, Indonesia telah mengambil langkah signifikan untuk mengintegrasikan manajemen risiko iklim ke dalam sistem keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkenalkan kerangka Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan iklim di sektor perbankan.

Pada saat yang sama, Indonesia menyelaraskan strategi manajemen risiko iklimnya dengan praktik terbaik global, khususnya Skenario Iklim NGFS, yang menyediakan pendekatan standar dalam menilai risiko keuangan terkait iklim.

Gambaran Umum Kerangka CRMS Indonesia

1. Apa itu CRMS?

Kerangka Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang diperkenalkan oleh OJK pada tahun 2024 dirancang untuk membantu bank dalam:

  • Mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko keuangan terkait iklim.

  • Melakukan analisis skenario untuk menilai dampak perubahan iklim pada portofolio pinjaman dan investasi.

  • Menyelaraskan pengambilan keputusan keuangan dengan komitmen iklim nasional dan global.

2. Komponen Utama CRMS

Kerangka CRMS terdiri dari lima elemen inti:

  • Tata Kelola – Memastikan bank mengintegrasikan manajemen risiko iklim dalam pengambilan keputusan.

  • Strategi Bisnis & Kerangka Risiko – Menyelaraskan aktivitas perbankan dengan prinsip keuangan berkelanjutan.

  • Perancangan Skenario & Analisis Risiko – Melakukan uji ketahanan berdasarkan skenario iklim.

  • Pengungkapan & Pelaporan – Meningkatkan transparansi dalam risiko keuangan terkait iklim.

  • Perencanaan Implementasi – Menyusun peta jalan untuk manajemen risiko iklim yang efektif.

Keselarasan CRMS Indonesia dengan Skenario NGFS

Skenario Iklim NGFS menyediakan kerangka kerja global untuk memahami risiko keuangan terkait iklim. Kerangka CRMS Indonesia mengadopsi skenario NGFS untuk memastikan bahwa bank dan lembaga keuangan:

  • Menggunakan analisis skenario berbasis sains untuk menilai risiko transisi dan fisik.

  • Sejalan dengan praktik terbaik internasional dalam manajemen risiko iklim.

  • Memperkuat ketahanan keuangan terhadap guncangan iklim.

1. Penilaian Risiko Iklim Berbasis Skenario

Kerangka CRMS mendorong bank untuk menerapkan skenario NGFS dalam uji ketahanan dampak finansial, termasuk:

  • Skenario Transisi Tertata, di mana Indonesia berhasil menerapkan kebijakan iklim sesuai dengan komitmen Net Zero 2060.

  • Skenario Transisi Tidak Tertata, di mana keterlambatan kebijakan meningkatkan volatilitas ekonomi dan keuangan.

  • Skenario Hot House World, di mana Indonesia menghadapi risiko fisik ekstrem akibat perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut dan gelombang panas.

2. Komitmen Kebijakan Iklim Indonesia

Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) melalui:

  • Peningkatan Nationally Determined Contributions (NDCs), dengan target pengurangan emisi sebesar 43,2% pada tahun 2030.

  • Implementasi kebijakan pajak karbon dan pengembangan bursa karbon (IDX Carbon).

  • Promosi keuangan berkelanjutan, yang mewajibkan bank untuk menyelaraskan pembiayaan dengan kerangka manajemen risiko iklim.

3. Memperkuat Ketahanan Sektor Keuangan

Dengan mengadopsi analisis skenario NGFS, kerangka CRMS Indonesia memastikan bahwa bank:

  • Mengintegrasikan risiko iklim dalam keputusan kredit dan investasi.

  • Mengembangkan strategi pembiayaan transisi rendah karbon.

  • Meningkatkan pengungkapan risiko terkait iklim agar selaras dengan inisiatif stabilitas keuangan global.

Kesimpulan

Kerangka CRMS Indonesia merupakan langkah maju dalam mengintegrasikan manajemen risiko iklim ke dalam kebijakan sektor keuangan. Dengan menyelaraskan diri dengan skenario NGFS, Indonesia memperkuat ketahanan sistem keuangannya terhadap guncangan ekonomi akibat perubahan iklim. Seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim, bank dan lembaga keuangan harus secara proaktif menerapkan analisis skenario untuk menghadapi risiko dan peluang dalam transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Share to:

Get In Touch

+6221 2212 9136

info.batsinternationalgroup@gmail.com

Follow Us

image-responsive

Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1 Level3 Suite 304, SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta Selatan 12190

+6221 2212 9136

+6281 6110 5174

info@sustainabilityassurer.bats-consulting.com

sustainabilityassurer.bats-consulting.com

Flickr Photos

© Bats Consulting