Aug 10, 2023 04:10:02 pm
Irma Nuranisa, S. Ak, Ak - BATS Consulting
PT Unilever Indonesia, Tbk
tengah gencar menggaungkan aksi pengurangan emisi dengan beralih ke energi
terbarukan di seluruh operasionalnya, salah satunya adalah dengan meresmikan
proyek instalasi panel surya pada pabrik Beauty & Wellbeing dan Nutrition
yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.
Proyek ini merupakan bagian
penting dari upaya Unilever mencapai Climate Transition Action Plan (CTAP)
di Indonesia yang memiliki kapasitas 2,5 MWp dan menjadi salah satu panel surya
terbesar di kawasan Jababeka yang berpotensi dapat mengurangi emisi hingga
1.500 ton per tahunnya.
Acara peresmian panel surya
ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi
Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
Yudho Dwinanda Priaadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, Pemerintah
berkomitmen kuat untuk berkontribusi menangani isu perubahan iklim melalui
berbagai langkah dan kebijakan.
Pemanfaatan panel surya
adalah solusi optimal bagi sektor industri yang menggunakan energi dalam jumlah
tinggi dan intensif, selain mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan
berkontribusi pada langkah transisi menuju energi terbarukan.
“Pemerintah mengapresiasi
PT Unilever Indonesia Tbk yang telah menjadi bagian dari upaya bersama untuk
mendorong penggunaan energi terbarukan dan membantu menekan jejak karbon dengan
inovasi dan kolaborasi,” ujar Yudho.
Sebagai perusahaan yang
telah beroperasi selama hampir 90 tahun, Unilever Indonesia senantiasa
mengambil aksi nyata melalui program dibawah strategi global “The Unilever
Compass” dengan pilar pertamanya yaitu membangun planet yang lebih lestari.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti menegaskan komitmen
Perusahaan untuk mendukung penuh agenda pemerintah dalam hal energi terbarukan
dan target Net Zero Emission.
“Peralihan ke energi surya
sebagai sumber energi bersih, terutama di pabrik kami adalah salah satu langkah
konkret untuk memastikan bahwa kami mampu berkontribusi mengurangi emisi secara
signifikan. Diprediksi, pemasangan panel surya pada pabrik kami ini akan mampu
menekan emisi CO2 hingga 1.500 ton per tahun yang setara dengan penanaman
20.000 pohon,” ungkap Ira.
Selain mampu menekan emisi,
Ira mengungkapkan bahwa pemasangan panel surya ini turut mendukung upaya
efisiensi yang terus dilakukan Unilever Indonesia di sisi operasional. Di
tengah harga komoditas yang masih fluktuatif, utamanya gas alam sebagai salah
satu bahan utama pembangkit listrik, listrik yang diperoleh dari panel surya
akan berpotensi untuk menghemat biaya.
“Ini adalah milestone
penting bagi Unilever Indonesia dalam upaya berkelanjutan untuk mengurangi
jejak lingkungan dengan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan di seluruh
rantai nilai perusahaan. Semoga akan lebih banyak perusahaan bergabung dalam
upaya yang sama, sehingga secara kolektif kita dapat menciptakan iklim
perindustrian yang lebih efisien dan ramah lingkungan”, tutup Ira.