Bagaimana Bank Dapat Menetapkan Target Iklim yang Efektif untuk Menyesuaikan dengan Tujuan Net-Zero

Feb 24, 2025 08:38:29 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting

Bank memainkan peran penting dalam transisi global menuju ekonomi net-zero. Sebagai perantara keuangan, bank dapat memengaruhi tindakan iklim bisnis melalui pinjaman, investasi, dan layanan konsultasi. Namun, untuk benar-benar mendorong dekarbonisasi, bank harus menetapkan target iklim yang jelas dan berbasis sains yang selaras dengan Perjanjian Paris.

United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) telah mengembangkan Guidelines for Climate Target Setting for Banks, yang memberikan pendekatan terstruktur bagi lembaga keuangan untuk menyelaraskan operasinya dengan tujuan net-zero. Panduan ini menekankan komitmen iklim yang ambisius, transparan, dan terukur.

Prinsip Utama dalam Penetapan Target Iklim

Panduan UNEP FI menguraikan prinsip-prinsip utama yang harus diikuti oleh bank agar target iklimnya kredibel dan berdampak:

  1. Ambisi yang Selaras dengan Perjanjian Paris

    • Target bank harus sejalan dengan menjaga kenaikan suhu global di bawah 2°C, dengan upaya ke arah 1,5°C.

    • Komitmen harus mendukung transisi menuju ekonomi net-zero pada tahun 2050.

  2. Cakupan yang Komprehensif

    • Target iklim harus mencakup aktivitas pinjaman dan investasi bank (emisi Lingkup 3, Kategori 15).

    • Bank harus memasukkan emisi Lingkup 1, Lingkup 2, dan emisi Lingkup 3 yang signifikan dari klien mereka.

  3. Target Jangka Panjang dan Interim

    • Bank harus menetapkan target net-zero pada tahun 2050.

    • Target interim untuk tahun 2030 atau lebih awal juga harus ditetapkan.

    • Setiap lima tahun, target interim baru harus disusun.

  4. Tata Kelola dan Akuntabilitas

    • Target iklim harus disetujui di tingkat eksekutif tertinggi.

    • Bank harus mengungkapkan targetnya secara publik dan melaporkan kemajuan setiap tahun.

    • Verifikasi oleh pihak ketiga independen sangat dianjurkan.

  5. Dampak pada Ekonomi Riil

    • Bank harus memprioritaskan sektor dengan emisi tinggi (misalnya energi, transportasi, konstruksi) dan menyelaraskan target dengan jalur dekarbonisasi yang diakui secara luas.

    • Bank harus mengukur pengurangan emisi yang nyata, bukan hanya mengalihkan portofolio dari industri pencemar.

Panduan Penetapan dan Implementasi Target Iklim

Panduan UNEP FI mendefinisikan empat langkah utama agar bank dapat menetapkan target iklim yang kredibel dan berbasis sains:

  1. Menetapkan Basis Data Iklim

    • Bank harus mengukur dan mengungkapkan profil emisi yang mereka biayai.

    • Mereka harus melacak emisi absolut (total output CO₂) dan intensitas emisi (CO₂ per unit investasi).

  2. Menggunakan Jalur Dekarbonisasi Berbasis Sains

    • Bank harus menyelaraskan targetnya dengan skenario dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan International Energy Agency (IEA) Net-Zero Roadmaps.

    • Target harus bersifat sektoral, mencerminkan jalur dekarbonisasi masing-masing industri.

  3. Meninjau dan Menyesuaikan Target Secara Berkala

    • Bank harus meninjau dan merevisi targetnya setidaknya setiap lima tahun agar tetap sesuai dengan perkembangan ilmu iklim terbaru.

    • Jika terjadi perubahan signifikan dalam portofolio, bank harus menyesuaikan targetnya.

  4. Mengintegrasikan Target Iklim ke dalam Operasi

    • Target iklim harus diintegrasikan dengan manajemen risiko, kebijakan kredit, dan strategi keterlibatan klien.

    • Bank harus mengembangkan kebijakan pinjaman sektoral yang spesifik untuk industri seperti bahan bakar fosil, real estat, dan transportasi.

Tantangan dalam Penetapan Target Iklim

Meskipun UNEP FI telah menyediakan kerangka kerja yang jelas, bank masih menghadapi berbagai tantangan dalam menetapkan dan mencapai target iklim:

  • Ketersediaan dan Akurasi Data – Banyak perusahaan yang belum mengungkapkan data emisi secara lengkap, sehingga memperkirakan emisi Lingkup 3 menjadi sulit.

  • Menyeimbangkan Pendanaan Transisi – Bank harus mendukung klien dengan emisi tinggi dalam perjalanan dekarbonisasi mereka, bukan hanya menarik investasi secara prematur.

  • Ketidakpastian Regulasi – Kebijakan iklim yang berbeda di setiap negara memengaruhi kemampuan lembaga keuangan dalam menstandarisasi target.

  • Tekanan dari Investor dan Pemangku Kepentingan – Bank harus menyeimbangkan antara kinerja keuangan dan komitmen keberlanjutan mereka.

Dengan menetapkan target iklim yang ambisius, komprehensif, dan berbasis sains, bank dapat memainkan peran utama dalam mendorong transisi global menuju ekonomi net-zero. Langkah-langkah ini tidak hanya akan mengurangi risiko iklim bagi bank, tetapi juga memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan dan menciptakan peluang bisnis berkelanjutan di masa depan.

Share to:

Get In Touch

+6221 2212 9136

info.batsinternationalgroup@gmail.com

Follow Us

image-responsive

Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1 Level3 Suite 304, SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta Selatan 12190

+6221 2212 9136

+6281 6110 5174

info@sustainabilityassurer.bats-consulting.com

sustainabilityassurer.bats-consulting.com

Flickr Photos

© Bats Consulting