Aug 08, 2023 09:21:39 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Baru baru ini Pemerintah Inggris membuat geger tanah
Eropa dengan menetapkan kebijakan lingkungan yang lebih longgar sehingga
menekan biaya kepatuhan industri terhap lingkungan.
Kini beban keuangan industri Inggris dinilai lebih ringan
sebagai dampak reformasi pemerintah terhadap kebijakan lingkungan lebih longgar
apabila dibandingkan dengan kebijakan yang ditetapkan Uni Eropa.
Emission Trading Shceme
(ETS) UK menetapkan batas jumlah emisi yang dapat dihasilkan oleh suatu sektor
atau kelompok sektor. Skema ini menciptakan carbon allowance bagi
Perusahaan yang dapat menekan biaya carbon offset yang dibeli perusahaan untuk
setiap metrik ton CO2 yang dipancarkan.
Seiring berjalannya waktu,
allowance tersebut akan dipangkas sehingga perusahaan penghasil
emisi dipaksa untuk mengurangi polusi atau memilih untuk membayar emisi mereka.
Namun, tahun ini
pemerintah
Inggris
mengatakan
akan
membagikan
53,5 ton carbon allowance tambahan antara tahun 2024 dan 2027 bagi industri di Inggris.
Sejak pengumuman itu,
harga karbon Inggris mengalami penurunan harga dengan sangat
drastis.
Reformasi yang dibuat
oleh pemerintah Inggris awal tahun ini berhasil membuat harga karbon turun hampir
setengahnya, sejak awal April.
Harga karbon Inggris
adalah
£ 47 per ton,
dibandingkan
dengan
€
88,50
(£
75,86)
di
UE.
Sebelumnya,
kedua
harga
tersebut
telah
mendekati
nilai yang sepadan.
Brexit nampaknya membuat hubungan keterkaitan kebijakan antara UK dan UE
menjadi lebih rumit.
Sebagai dampak dari perubahan skema
perdagangan
karbon Inggris, harga karbon
diperdagangkan
dengan perbedaan yang cukup
signifikan dibandingkan dengan Uni
Eropa. Hal ini kemudian mengundang peringatan bahwa reformasi
yang dilakukan pemerintah UK akan merusak
investasi
hijau
dan
meningkatkan
penggunaan
bahan
bakar
fosil.
Ancaman bagi Inggris
adalah pungutan atas ekspor baja mereka ke pasar UE. Industri UE bersiap untuk
mengenakan pungutan impor atas barang-barang berat
termasuk baja, aluminium dan semen - kecuali negara pengekspor memiliki
kebijakan penetapan harga CO2 yang setara.
Anjloknya harga di pasar
karbon Inggris meningkatkan kemungkinan ekspor baja Inggris akan ditampar pungutan
karbon tambahan saat mengakses pasar Uni Eropa setelah kebijakan tersebut
diimplementasikan penuh pada 2026.
Inggris mengekspor lebih
dari 2,5 juta ton baja ke Eropa tahun lalu, berdasarkan pernyataan UK
Steel. Perdagangan itu akan menghadapi pungutan CO2, kecuali Inggris
menyesuaikan kebijakan penetapan harga karbon UE atau menghubungkan pasar
karbonnya dengan blok UE. Inggris berisiko menghadapi hambatan perdagangan
finansial dan hambatan perdagangan administratif saat mengekspor ke UE.