Pendekatan Building Blocks dalam Pelaporan Keberlanjutan Korporasi: Memperkuat Akuntabilitas dan Transparansi

Nov 08, 2024 04:32:15 pm
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting

Dalam beberapa tahun terakhir, pelaporan keberlanjutan telah menjadi semakin penting bagi perusahaan global, terutama dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan tekanan dari berbagai pemangku kepentingan tentang isu-isu keberlanjutan. Sebagai tanggapan, Federasi Akuntan Internasional (IFAC) mengembangkan konsep Building Blocks dalam Pelaporan Keberlanjutan Korporasi. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan konsistensi, keterbandingan, dan kepercayaan informasi keberlanjutan yang dilaporkan oleh perusahaan, serta untuk memfasilitasi pelaporan yang lebih efektif kepada pemangku kepentingan dan investor.

Pendekatan ini terdiri dari dua blok utama, yang secara kolektif memberikan fondasi untuk pelaporan yang menyeluruh tentang dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan. Kedua blok ini – Blok 1: Informasi Keberlanjutan yang Berfokus pada Investor dan Nilai Perusahaan dan Blok 2: Pelaporan Keberlanjutan yang Berfokus pada Multi-Pemangku Kepentingan – memungkinkan perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan informasi bagi pemangku kepentingan yang berbeda.

Blok 1: Informasi Keberlanjutan yang Berfokus pada Investor dan Nilai Perusahaan

Blok pertama dalam pendekatan building blocks menitikberatkan pada pelaporan yang relevan bagi investor dan pemangku kepentingan terkait nilai perusahaan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Tujuan utama dari Blok 1 ini adalah untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bagaimana faktor keberlanjutan tertentu dapat mempengaruhi nilai perusahaan dan dampak ekonomi jangka panjang. Beberapa elemen utama dalam blok ini adalah sebagai berikut:

1.    Tata Kelola, Strategi, dan Manajemen Risiko: Blok ini mencakup informasi kualitatif tentang tata kelola, strategi, dan manajemen risiko terkait faktor keberlanjutan yang material. Dengan menyediakan informasi ini, perusahaan dapat memberikan gambaran kepada investor tentang langkah-langkah yang diambil untuk mengelola risiko keberlanjutan, seperti perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya, yang dapat memengaruhi kinerja keuangan di masa depan.

2.    Target Kinerja dan Metrik Kuantitatif: Selain informasi kualitatif, Blok 1 juga mencakup target kinerja dan metrik kuantitatif yang menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola isu keberlanjutan. Metrik ini bisa bersifat lintas industri, seperti yang dikembangkan oleh World Economic Forum (WEF) dalam core metrics, atau spesifik industri seperti standar yang dikeluarkan oleh Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Data kuantitatif ini memungkinkan investor untuk membuat perbandingan antar perusahaan dan menilai efektivitas strategi keberlanjutan dalam konteks industri terkait.

3.    Penerapan Standar Internasional oleh IFRS dan ISSB: Salah satu upaya utama dalam Blok 1 adalah untuk menetapkan baseline standar keberlanjutan global yang dapat diandalkan, yang diatur oleh Dewan Standar Keberlanjutan Internasional (ISSB) di bawah IFRS. Standar ini diharapkan dapat menjadi patokan global untuk pelaporan keberlanjutan yang dapat diaudit, sehingga informasi yang dilaporkan lebih konsisten dan dapat dipercaya oleh investor dan pasar modal.

Dengan adanya standar dalam Blok 1 ini, perusahaan dapat lebih mudah menyajikan data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan investor serta untuk memenuhi ekspektasi nilai perusahaan yang berkelanjutan.

Blok 2: Pelaporan Keberlanjutan yang Berfokus pada Multi-Pemangku Kepentingan

Jika Blok 1 berfokus pada informasi yang penting bagi investor, Blok 2 mencakup aspek keberlanjutan yang lebih luas, terutama yang berkaitan dengan dampak perusahaan terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Blok ini memungkinkan perusahaan untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada pemangku kepentingan yang mungkin memiliki kepentingan yang berbeda dari investor, termasuk komunitas lokal, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah. Elemen utama dalam Blok 2 adalah:

1.    Pengaruh terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Informasi yang dilaporkan dalam Blok 2 dapat meliputi indikator-indikator yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs) dan tujuan kebijakan publik lainnya. Misalnya, dalam konteks Uni Eropa, perusahaan mungkin perlu melaporkan sejalan dengan European Green Deal, yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan di Eropa. Informasi ini memungkinkan pemangku kepentingan untuk memahami kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih holistik.

2.    Standar Pelaporan Global dan Lokal: Pelaporan dalam Blok 2 sering kali menggunakan standar yang sudah diakui secara global, seperti inisiatif pelaporan dari Global Reporting Initiative (GRI), serta pedoman yang lebih khusus sesuai yurisdiksi atau negara. Standar pelaporan ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan informasi keberlanjutan dengan konteks kebijakan dan kebutuhan lokal.

3.    Pengaruh terhadap Ekonomi, Lingkungan, dan Masyarakat: Berbeda dari Blok 1 yang berfokus pada nilai perusahaan, Blok 2 mencakup pelaporan mengenai pengaruh perusahaan yang lebih luas pada lingkungan dan masyarakat. Informasi ini mencakup, misalnya, dampak sosial dari kegiatan operasional, emisi karbon yang tidak sepenuhnya diukur melalui nilai perusahaan, serta kontribusi ekonomi perusahaan bagi masyarakat setempat. Dengan menyediakan informasi ini, perusahaan membantu pemangku kepentingan untuk memahami dampak jangka panjang dari operasi perusahaan dalam konteks yang lebih luas.

Interoperabilitas antara Blok 1 dan Blok 2

Salah satu keunggulan dari pendekatan building blocks ini adalah interoperabilitas antara kedua blok tersebut. IFAC merancang pendekatan ini untuk memungkinkan perusahaan mengumpulkan informasi keberlanjutan yang sama untuk memenuhi kebutuhan pelaporan baik di Blok 1 maupun Blok 2. Dengan demikian, perusahaan dapat menghindari duplikasi data dan meningkatkan efisiensi pelaporan. Informasi yang dikumpulkan sekali dapat digunakan untuk berbagai tujuan pelaporan, sehingga memudahkan perusahaan untuk menavigasi berbagai standar dan memenuhi kebutuhan pelaporan yang berbeda secara efektif.

Perspektif yang Fleksibel dalam Pelaporan Keberlanjutan

Dalam praktiknya, pendekatan building blocks memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan pelaporan sesuai dengan perubahan kebutuhan dan preferensi pemangku kepentingan. Faktor-faktor seperti tekanan dari pemangku kepentingan, regulasi yang berkembang, dan preferensi investor yang berubah dapat mempengaruhi jenis pelaporan yang paling relevan bagi perusahaan.

Sebagai contoh, emisi karbon awalnya mungkin hanya menjadi perhatian masyarakat umum, namun seiring waktu, investor mulai mempertimbangkan aspek transisi menuju net zero dalam keputusan alokasi aset mereka. Ketika dampak finansial dari isu lingkungan ini menjadi lebih nyata, emisi karbon akhirnya perlu dilaporkan dalam laporan keuangan di bawah standar GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk menyajikan informasi yang komprehensif yang mencerminkan kondisi dan prioritas terkini.

Mengintegrasikan Pelaporan Keberlanjutan dan Pelaporan Keuangan untuk Menunjang Nilai Jangka Panjang

Dengan mengadopsi pendekatan building blocks, IFAC berupaya mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan pelaporan keberlanjutan dengan pelaporan keuangan tradisional. Dengan demikian, pelaporan yang dihasilkan tidak hanya fokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga mencerminkan nilai jangka panjang perusahaan bagi para investor dan pemangku kepentingan lainnya. Integrasi ini menciptakan sistem pelaporan perusahaan yang lebih komprehensif, memungkinkan para pemangku kepentingan untuk memahami keseluruhan gambaran nilai perusahaan, tidak hanya dari sudut pandang keuangan tetapi juga dalam konteks keberlanjutan.

Kesimpulan

Pendekatan building blocks yang dirancang oleh IFAC memberikan panduan yang kuat bagi perusahaan untuk menyusun pelaporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar global dan lokal. Dengan memisahkan pelaporan keberlanjutan ke dalam dua blok yang fokus pada kebutuhan investor dan multi-pemangku kepentingan, IFAC berharap dapat memperkuat kepercayaan, transparansi, dan relevansi informasi keberlanjutan yang disampaikan. Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara nilai ekonomi dan kontribusi mereka terhadap tujuan keberlanjutan global, memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas.

Dengan adopsi yang semakin luas, pendekatan ini tidak hanya akan membantu perusahaan meningkatkan akuntabilitas mereka, tetapi juga membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan dan membantu menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Perusahaan yang berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ini pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat posisi kompetitif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan.

Share to:

Get In Touch

+6221 2212 9136

info.batsinternationalgroup@gmail.com

Follow Us

image-responsive

Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1 Level3 Suite 304, SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta Selatan 12190

+6221 2212 9136

+6281 6110 5174

info@sustainabilityassurer.bats-consulting.com

sustainabilityassurer.bats-consulting.com

Flickr Photos

© Bats Consulting