Peta Jalan Implementasi Regulasi Keberlanjutan di Eropa dan Inggris hingga 2027

Nov 14, 2024 11:07:46 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan dan dampak lingkungan dari aktivitas bisnis, berbagai otoritas di Eropa dan Inggris telah menetapkan regulasi yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Beberapa regulasi utama seperti EU Taxonomy, UK Sustainability Disclosure Requirements (SDR), dan EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) menetapkan kerangka kerja bagi perusahaan dan lembaga keuangan untuk secara transparan melaporkan dampak keberlanjutan mereka.

Artikel ini merangkum peta jalan dan tenggat waktu implementasi regulasi keberlanjutan utama di Eropa dan Inggris dari tahun 2024 hingga 2027, sebagaimana digambarkan dalam timeline yang dirilis oleh otoritas terkait. Pemahaman mendalam terhadap regulasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha, khususnya yang memiliki kegiatan operasional atau klien di Eropa dan Inggris.


1. Tahun 2024: Awal Perjalanan Implementasi

Pada tahun 2024, beberapa langkah awal regulasi keberlanjutan mulai diberlakukan, baik di Eropa maupun Inggris. Di Inggris, fokus besar diarahkan pada penerapan standar pelaporan dan pencegahan greenwashing atau pencucian hijau.

  • EU Taxonomy: Pada awal tahun 2024, Uni Eropa mulai menerapkan Kriteria Penyaringan Teknis untuk tujuan lingkungan yang menjadi dasar dalam EU Taxonomy, sebuah kerangka kerja yang membantu mengklasifikasikan aktivitas ekonomi yang dapat dianggap ramah lingkungan. Semua aktivitas bisnis yang terkait dengan tujuan lingkungan di Eropa diwajibkan mematuhi kriteria ini.
  • Pelaporan Menyeluruh pada EU Taxonomy: Selain itu, pelaporan yang mencakup seluruh 6 tujuan keberlanjutan, baik bagi kegiatan finansial maupun non-finansial, juga mulai diberlakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek operasi perusahaan selaras dengan tujuan keberlanjutan Uni Eropa.
  • ISSB Standards: Standar yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) juga efektif pada tahun ini, meskipun bersifat sukarela. Standar ini memberikan pedoman bagi perusahaan mengenai cara mengungkapkan informasi terkait keberlanjutan dalam laporan keuangan.
  • UK TCFD untuk Sektor Publik: Di Inggris, seluruh badan sektor publik diwajibkan melakukan pelaporan sesuai dengan standar Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) paling lambat pada 31 Maret 2024. Ini merupakan bagian dari upaya Inggris untuk meningkatkan transparansi dan pengungkapan risiko terkait iklim di sektor publik.
  • Anti-Greenwashing oleh FCA: Pada akhir Mei 2024, Financial Conduct Authority (FCA) Inggris memberlakukan aturan anti-greenwashing bagi penyedia layanan keuangan. Aturan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa klaim keberlanjutan yang dibuat oleh perusahaan jasa keuangan didasarkan pada fakta dan informasi yang akurat, sehingga dapat menghindarkan konsumen dari informasi yang menyesatkan terkait dampak keberlanjutan produk atau layanan.
  • UK Mandatory TCFD: Pada 30 Juni 2024, batas waktu pertama untuk pengungkapan TCFD bagi pengelola aset yang diatur oleh FCA dengan AUM (Asset Under Management) di atas £50 miliar diberlakukan. Ini menandai langkah penting bagi Inggris dalam mengharuskan perusahaan besar untuk secara transparan mengungkapkan dampak dan risiko iklim.
  • Sustainability Investment Labels: Di Inggris, perusahaan akan mulai menggunakan label keberlanjutan untuk produk investasi yang disertai dengan pengungkapan yang relevan baik sebelum kontrak maupun pada tingkat produk. Label ini bertujuan untuk memberikan kejelasan kepada investor mengenai dampak keberlanjutan dari produk yang mereka beli, serta memastikan transparansi dalam pengungkapan informasi.
  • Standar ISSB Versi Inggris: Juga pada tahun 2024, keputusan diharapkan terkait versi ISSB Standar yang diadaptasi untuk Inggris, yang dikenal sebagai UK Sustainability Disclosure Standards (SDS). Standar ini akan menjadi panduan yang disesuaikan untuk perusahaan di Inggris, selaras dengan standar global ISSB sekaligus memenuhi persyaratan spesifik yang relevan dengan pasar Inggris.
  • UK SDR: FCA akan mengadakan konsultasi mengenai persyaratan pengungkapan UK Sustainability Disclosure Standards (SDS) bagi perusahaan yang terdaftar di Inggris. Pada tahap ini, panduan terkait Rencana Transisi juga akan diberikan sebagai bagian dari UK SDR. Rencana Transisi ini akan memberikan panduan bagi perusahaan untuk merencanakan transisi menuju operasi yang lebih berkelanjutan dan bebas emisi.
  • Aturan Penamaan dan Pemasaran: Aturan tambahan yang terkait dengan penamaan dan pemasaran produk investasi mulai berlaku pada 2 Desember 2024. Aturan ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari klaim keberlanjutan yang tidak akurat atau menyesatkan yang dapat terjadi dalam pemasaran produk keuangan.

2. Tahun 2025: Penekanan pada Penggunaan Label Keberlanjutan dan Pelaporan Tata Kelola

Pada tahun 2025, perhatian lebih difokuskan pada penyediaan label keberlanjutan bagi produk investasi dan pengungkapan tata kelola perusahaan di Inggris.

  • EU CSRD: Di Uni Eropa, entitas yang sudah tunduk pada NFRD (Non-Financial Reporting Directive) akan mulai melaporkan sesuai dengan standar EU CSRD pada tahun fiskal 2024. CSRD ini memperluas cakupan pelaporan dan meningkatkan kualitas informasi yang diungkapkan, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi keberlanjutan investor dan pemangku kepentingan lainnya.
  • UK Corporate Governance Code: Kode Tata Kelola Perusahaan Inggris akan berlaku untuk tahun keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Kode ini dirancang untuk mendorong praktik tata kelola yang lebih baik dan transparansi dalam kegiatan perusahaan.
  • Pengungkapan UK SDR untuk Pengelola Aset Besar: Pada akhir tahun 2025, pengungkapan pada tingkat entitas bagi pengelola aset yang diatur oleh FCA dengan AUM (Asset Under Management) di atas £50 miliar akan mulai berlaku. Aturan ini memastikan bahwa perusahaan pengelola aset besar di Inggris secara transparan melaporkan informasi keberlanjutan mereka, termasuk risiko dan dampak terkait lingkungan.

3. Tahun 2026: Penerapan Luas pada Institusi Kredit dan Perusahaan Besar

Tahun 2026 menandai tahap di mana institusi kredit dan perusahaan besar di Uni Eropa mulai melaporkan sesuai dengan standar taksonomi dan CSRD.

  • EU Taxonomy untuk Institusi Kredit: Institusi kredit diwajibkan untuk melaporkan penyelarasan pada EU Taxonomy. Ini memungkinkan institusi keuangan untuk memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kontribusi mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.
  • EU CSRD bagi Perusahaan Besar: Pada tahun fiskal 2025, perusahaan besar yang sebelumnya tidak tunduk pada NFRD akan diwajibkan melaporkan sesuai dengan CSRD. Hal ini termasuk perusahaan yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan atau kegiatan ekonomi, sehingga pengungkapan ini penting untuk menilai kontribusi keberlanjutan mereka.
  • Pengungkapan UK SDR untuk Pengelola Aset yang Lebih Kecil: Pada akhir tahun 2026, pengungkapan pada tingkat entitas bagi pengelola aset yang lebih kecil yang diatur oleh FCA, dengan AUM di atas £5 miliar, akan mulai berlaku. Aturan ini bertujuan memperluas transparansi keberlanjutan ke lebih banyak pemain dalam sektor jasa keuangan di Inggris, mencakup perusahaan pengelola aset kecil hingga menengah.

4. Tahun 2027 dan Seterusnya: Pelaporan untuk UMKM, Institusi Keuangan Non-Kompleks, dan Perusahaan Asing dengan Kegiatan di Uni Eropa

Pada tahun 2027, regulasi keberlanjutan mulai berlaku bagi usaha kecil dan menengah (UKM), institusi keuangan non-kompleks, perusahaan asuransi captive, dan beberapa perusahaan asing yang memiliki kegiatan operasional di Uni Eropa.

  • EU CSRD untuk UMKM, Institusi Kredit Non-Kompleks, dan Perusahaan Asuransi Captive: Perusahaan kecil yang terdaftar, institusi kredit non-kompleks, dan perusahaan asuransi captive diwajibkan untuk mulai melaporkan sesuai dengan standar EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) pada tahun fiskal 2026. Hal ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kecil untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan, meskipun dalam skala yang lebih kecil dibandingkan perusahaan besar.
  • EU CSRD untuk Perusahaan Asing (Third-Country Undertakings): Perusahaan asing dengan omset bersih di atas 150 juta Euro di Uni Eropa akan diwajibkan melaporkan sesuai dengan standar CSRD pada tahun 2029 (untuk tahun fiskal 2028), asalkan mereka memiliki setidaknya satu anak perusahaan atau cabang di Uni Eropa yang memenuhi ambang batas tertentu. Ketentuan ini memastikan bahwa perusahaan internasional yang memiliki aktivitas signifikan di Uni Eropa juga mematuhi standar keberlanjutan yang berlaku di kawasan tersebut.

 


Kesimpulan

Implementasi regulasi keberlanjutan yang terstruktur dari tahun 2024 hingga 2027 di Eropa dan Inggris menunjukkan komitmen yang kuat untuk menciptakan ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan transparan. Dengan peraturan yang meliputi EU Taxonomy, UK SDR, dan EU CSRD, perusahaan dari berbagai ukuran diharapkan dapat mengadopsi praktik keberlanjutan yang lebih baik serta memberikan laporan yang transparan dan akuntabel mengenai dampak lingkungan dan sosial mereka.

Dalam beberapa tahun mendatang, pelaku usaha perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi persyaratan regulasi ini, termasuk dalam aspek pelaporan, pelabelan produk, dan penerapan tata kelola yang berkelanjutan. Persiapan yang baik dan komitmen terhadap standar keberlanjutan akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menghadapi era bisnis yang lebih berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Share to:

Get In Touch

+6221 2212 9136

info.batsinternationalgroup@gmail.com

Follow Us

image-responsive

Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1 Level3 Suite 304, SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta Selatan 12190

+6221 2212 9136

+6281 6110 5174

info@sustainabilityassurer.bats-consulting.com

sustainabilityassurer.bats-consulting.com

Flickr Photos

© Bats Consulting