Catatkan Pengurangan Emisi Karbon Hingga 480 Kilo Ton CO2, PHE Lampaui Target!
Aug 21, 2023 09:47:11 am
Irma Nuranisa, S. Ak, Ak - BATS Consulting
Hingga Juli 2023,
Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
mencatat telah mengurangi emisi karbon sebesar 480 kilo ton CO2 atau
setara 110 persen dari target yang dicanangkan oleh perusahaan.
Direktur Pengembangan dan Produksi
PHE Awang Lazuardi mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki 6 (enam) pilar
dekarbonisasi, yaitu energy demand & efficiency, gas recovery
& asset integrity, low carbon power, low carbon heat, CCUS/CCS
dan offsetting melalui natural based solution.
“Pencapaian PHE ini
merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina Hulu dalam melaksanakan dekarbonisasi
bersamaan dengan pelaksanaan program kerja untuk mendukung ketahanan energi
nasional.” ungkapnya pada Minggu (20/8/2023).
“Subholding Upstream Pertamina
akan berkomitmen dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target penurunan
emisi sebesar 29% pada tahun 2039 dan Net Zero Emission pada tahun 2060.”
lanjutnya.
Selain peresmian uji coba
injeksi CO2 di Pertamina EP Jatibarang Field pada Oktober 2022,
beberapa program kerja untuk mendukung dekarbonisasi juga dilaksanakan di
lingkungan subholding upstream Pertamina seperti pemanfaatan energi baru
terbarukan sebagai bahan bakar di sejumlah wilayah.
“Regional Sumatera memiliki
proyek optimalisasi pemanfaatan gas suar untuk bahan bakar turbin pada 2
fasilitas operasi dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya WK Rokan fase
1 bekerja sama dengan Pertamina Power Indonesia,” tutur Awang.
PHE juga melakukan optimalisasi
pengoperasian gas fuel yang dilakukan secara bertahap setiap tahun dan low
carbon fuel switching melalui penggunaan biosolar B30 sebagai bahan bakar
untuk marine fleet di Mahakam.
Program eksisting
dekarbonisasi tersebut merupakan fase pertama sembari meletakkan fundamental
untuk fase 2 dan 3 mengenai implementasi CCS CCUS dan Carbon Trading
yang termasuk dalam pilar strategy ESG PHE.
“PHE akan terus mengembangkan
pengelolaan operasi di dalam dan luar negeri secara professional untuk
mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental
Friendly, Socially, Responsible, dan Good Governance.” ungkap Awang.
Share to: