Sep 14, 2023 11:25:58 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Pada bulan Juni 2023 yang
lalu, International Sustainability Standard Board (ISSB) telah menerbitkan dua
standar pengungkapan keberlanjutan IFRS S1 dan S2 yang memberikan gambaran umum
tentang persyaratan dan pengungkapan terkait informasi keuangan dan perubahan
iklim.
IFRS S1 menetapkan
persyaratan umum bagi perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang risiko
dan peluang terkait keberlanjutan yang berguna bagi pengguna laporan keuangan
untuk tujuan umum dalam pengambilan keputusan terkait penyediaan sumber daya kepada
perusahaan.
Sedangkan IFRS S2
menetapkan persyaratan bagi perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang
risiko dan peluang terkait perubahan iklim sembari mengembangkan persyaratan
yang dijelaskan dalam IFRS S1.
IFRS S1 dan S2 ini akan
berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2024.
Adapun tujuan dari kerangka
kerja ini adalah untuk menyederhanakan lanskap pengungkapan keberlanjutan
global, mengurangi kerumitan karena berbagai sumber panduan pelaporan sekaligus
membangun keahlian dan praktik yang sudah mapan terkait dengan kerangka kerja
dan standar yang terkemuka di pasar.
1. IFRS S1 – Peryaratan
Umum Pengungkapan Informasi Keuangan Terkait Keberlanjutan
IFRS S1 ini mengharuskan
perusahaan untuk mengungkapkan informasi mengenai risiko dan peluang terkait
keberlanjutan yang berguna bagi investor dalam mengambil keputusan terkait
penyediaan sumber daya bagi perusahaan. Peraturan ini menetapkan persyaratan umum
tentang bagaimana perusahaan harus mengungkapkan informasi tersebut dan
persyaratan untuk menyediakan serangkaian pengungkapan keuangan terkait
keberlanjutan secara lengkap.
IFRS S1 menyatakan bahwa
informasi mengenai risiko dan peluang terkait keberlanjutan bermanfaat bagi
investor karena kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dalam jangka
pendek, menengah, dan panjang tidak dapat dipisahkan dari interaksi antara perusahaan
dengan pemangku kepentingannya, masyarakat, perekonomian. dan lingkungan alam
di seluruh rantai nilai perusahaan.
IFRS S1 tidak mengharuskan
perusahaan untuk memberikan informasi tentang setiap risiko dan peluang terkait
keberlanjutan. Sebaliknya, Standar ini mengharuskan perusahaan untuk
mengungkapkan informasi tentang semua risiko dan peluang terkait keberlanjutan
yang diperkirakan akan mempengaruhi prospek perusahaan—arus kas, akses
terhadap pendanaan, atau biaya modal dalam jangka pendek, menengah, atau
panjang.
IFRS S1 dibangun
berdasarkan konsep Kerangka Pelaporan Terintegrasi, yang membantu perusahaan
mengartikulasikan bagaimana mereka mengandalkan, menggunakan, dan memengaruhi
berbagai jenis sumber daya dan hubungan (keuangan, sosial, manusia, alam, dll.)
untuk menciptakan, melestarikan, atau mengikis nilai bagi investor.
2. IFRS S2 – Pengungkapan
Terkait Perubahan Iklim
IFRS S2 mengharuskan
perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang tata kelola, strategi, dan
manajemen risiko, serta metrik dan target, tentang risiko dan peluang terkait
perubahan iklim. Peluang terkait iklim mengacu pada potensi dampak positif yang
timbul dari perubahan iklim bagi perusahaan. Upaya mitigasi dan adaptasi
terhadap perubahan iklim dapat memberikan peluang bagi perusahaan, seperti
peluang untuk mengembangkan produk baru atau menjaring bisnis baru.
Dengan menggunakan
konsep-konsep yang relevan dari Standar Akuntansi IFRS, jika ada, IFRS S1 dan
IFRS S2 mengintegrasikan rekomendasi dari TCFD dan mengembangkan materi dari
CDSB, IIRC, dan SASB.
Seperti semua Standar yang
dikeluarkan oleh IFRS Foundation, IFRS S1 dan IFRS S2 telah melalui proses yang
ketat dan transparan yang dirancang untuk mendapatkan dan mengintegrasikan
umpan balik dari berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia.
ISSB berkomitmen untuk
terus mendukung implementasi IFRS S1 dan IFRS S2, termasuk mengembangkan
panduan dan materi pelatihan lebih lanjut serta membentuk Transition
Implementation Group pada IFRS S1 dan IFRS S2 (TIG).
Selengkapnya
pembahasan mengenai IFRS S1 dan IFRS S2 ini sudah terangkum pada paper berikut
(click link for read).