Sep 11, 2023 10:46:28 am
Irma Nuranisa, S. Ak, Ak - BATS Consulting
Selama ini, sektor industri
disebut sebagai salah satu penyumbang polusi udara terbesar. Sebenarnya bagaimanakah
para pelaku industri menanganinya? dan sejauh mana keefektifan dari cara yang
telah mereka terapkan?
Sektor industri selama ini nyatanya
telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi polusi udara yang dihasilkannya
yakni dengan metode carbon capture and storage atau penangkapan dan penyimpanan
karbon.
Cara kerja dari metode
tersebut adalah menyerap gas CO2 limbah industri, sehingga gas CO2 yang
ditangkap dapat disimpan dan tidak menjadi polusi.
Akan tetapi, metode ini
membutuhkan peralatan dengan energi yang cukup besar dan mahal sehingga belum dapat
digunakan secara masif oleh sektor industri.
Sekumpulan Profesor Massachusets
Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat pada akhir Agustus lalu mengungkapkan
terdapat cara alternatif untuk menerapkan metode lain yaitu melalui sel elektrokimia.
Sel elektrokimia merupakan
sebuah rangkaian alat yang berisi zat-zat kimia yang dapat dipicu untuk beraksi
menggunakan listrik ataupun menghasilkan listrik. Reaksi dari zat-zat kimia ini
selanjutnya dapat berfungsi sebagai penyerap gas CO2.
Dilansir dari American
Chemical Society, Profesor dari Departemen Teknik Mesin MIT, Betar. Gallant
mengatakan bahwa gas CO2 dapat ditangkap oleh sel elektrokimia yang terbuat dari
senyawa amina cair dalam pelarut dimetil sulfoksida.
Sel elektrokimia tersebut
akan bereaksi saat dialiri listrik, sehingga senyawa amina tersebut dapat
bereaksi dan menangkap gas CO2. Kemudian, aliran listrik pada sel elektrokimia
akan dihentikan dan senyawa amina akan memutus ikatan dengan gas CO2.
Gas CO2 yang dilepas tersebut
dapat disimpan sehingga tidak menjadi polusi.
Penyimpanan gas CO2 ini
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu disimpan di bawah tanah atau disimpan
melalui metode karbonasi mineral.
Dengan demikian, gas CO2
yang ditangkap akan direaksikan dengan mineral alam sehingga dapat membentuk batuan
alami.
Tidak hanya dapat menjadi
alternatif untuk mengatasi dan mengendalikan polusi, prototipe ini pun menunjukkan
energi yang diperlukan lebih sedikit sehingga lebih hemat energi.
Sehingga teknologi penangkapan
karbon ini dapat lebih efektif dan digunakan secara masif untuk mengurangi
polusi CO2 dari sektor industri.