Sep 07, 2023 03:34:26 pm
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Mengemban
keketuaan ASEAN 2023, Indonesia berfokus untuk mendorong penguatan ASEAN
sebagai kawasan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui pembangunan
arsitektur kesehatan regional, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta
menjaga stabilitas keuangan. Sebagai implementasi dalam menjaga ketahanan
energi tersebut, ASEAN berupaya menerapkan elektrifikasi transportasi dan
penggunaan energi terbarukan.
Sejalan
dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga meyakini bahwa ASEAN akan dapat
mengembangkan kendaraan listrik pada kancah global. Hal ini juga didukung
dengan potensi unggul ASEAN dalam pengembangan kendaraan listrik yang memiliki
perkiraan pasar sebesar USD 2,7 miliar pada tahun 2027.
“Pengembangan
kendaraan listrik mempunyai peran besar terhadap kelestarian lingkungan, mulai
dari pengurangan emisi gas rumah kaca, percepatan transisi energi,
dekarbonisasi sektor transportasi darat, pencapaian target nol emisi, hingga
peningkatan ketahanan energi di kawasan ASEAN,” ungkap Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara
virtual dalam acara ASEAN Climate Forum 2023 pada Sabtu (2/09).
Dalam
rangka mendorong pengembangan kendaraan listrik di kawasan ASEAN, negara-negara
anggota ASEAN telah sepakat untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan
menjadi bagian penting dalam rantai pasokan dunia, dengan menekankan pada
industri hilirisasi. Salah satu wujud konkret upaya tersebut telah ditunjukkan
dengan disepakatinya perjanjian kerja sama yang tertuang dalam ASEAN Leaders
Declaration on Developing Regional Electric Vehicle (EV) Ecosystem pada KTT
ASEAN ke-42 di Labuan Bajo pada beberapa saat yang lalu.
Adapun
kerja sama dan kolaborasi pengembangan kendaraan listrik tersebut meliputi
peningkatan infrastruktur dan pengisian daya, menciptakan iklim usaha dan
investasi yang kondusif untuk menarik investasi, mengoptimalkan produksi dan
penggunaan material dan sumber daya berkelanjutan untuk mencapai penciptaan
nilai yang lebih tinggi dari rantai pasokan kendaraan listrik, serta
mempromosikan penggunaan energi terbarukan di negara-negara ASEAN.
Lebih
lanjut, Indonesia sendiri juga memiliki peran penting dalam mengembangkan
ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir dengan target produksi
sebanyak 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta sepeda motor listrik per
tahun pada 2030 mendatang. Dengan berbagai target tersebut, Indonesia
diprediksi mampu membantu dalam mengurangi emisi karbon hingga 3,8 juta ton.
“Kami
mengapresiasi seluruh Committee of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC)
yang telah menyelenggarakan The ASEAN Climate Forum 2023. Semoga forum ini
dapat berfokus pada kerangka Net Zero Emission (NZE) 2060 yang komprehensif,
transisi energi yang terjangkau, strategi dekarbonisasi, dan pembiayaan
berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga.