Oct 02, 2023 09:21:51 am
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Pekerjaan akuntan telah menjadi salah satu profesi yang mendominasi
dunia bisnis selama beberapa dekade. Namun, dengan kemajuan teknologi
kecerdasan buatan (AI), banyak yang bertanya-tanya apakah pekerjaan akuntan
akan tergantikan oleh AI di masa depan. Mari kita telaah beberapa fakta dan
sumber yang dapat membantu menjawab pertanyaan ini.
Transformasi, Bukan Penggantian
Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa AI tidak akan sepenuhnya
menggantikan pekerjaan akuntan. AI memang mampu melakukan tugas-tugas akuntansi
yang bersifat rutin dan berulang, seperti pemrosesan data, pembuatan laporan,
dan analisis data. Namun, AI tidak akan mampu menggantikan aspek-aspek
pekerjaan akuntan yang membutuhkan penilaian, pengambilan keputusan, dan
pemahaman konteks bisnis.
Akuntan sering kali harus melakukan penilaian risiko yang kompleks dan
bernuansa, seperti risiko keuangan, operasional, dan hukum. AI tidak memiliki
kemampuan untuk melakukan penilaian semacam itu dengan tingkat kompleksitas
yang sama. Selain itu, akuntan harus mengambil keputusan yang memengaruhi
kesehatan keuangan perusahaan, dan ini melibatkan pemahaman mendalam tentang
konteks bisnis dan faktor manusia yang tidak dapat dipahami oleh AI.
Peran Akuntan Akan Berubah
Meskipun AI tidak akan menggantikan pekerjaan akuntan, peran akuntan
akan mengalami perubahan. Dengan berkembangnya teknologi AI, pekerjaan akuntan
akan bergeser ke arah tugas-tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan
keterampilan manusia. Akuntan akan lebih fokus pada aktivitas seperti
memberikan saran strategis, interpretasi data, dan berkomunikasi efektif dengan
pemangku kepentingan.
Kebutuhan akan Akuntan Profesional Akan Meningkat
Menurut Laporan The Future of Jobs 2020 oleh World Economic Forum, kebutuhan
akan akuntan profesional diperkirakan akan meningkat sebesar 12% pada tahun
2025. Laporan The State of Accounting Technology 2022 oleh Deloitte juga
menyatakan bahwa AI akan mengubah pekerjaan akuntansi, tetapi tidak akan
menggantikannya sepenuhnya.
Studi oleh PwC menemukan bahwa AI akan menciptakan lebih banyak
pekerjaan akuntansi daripada yang akan hilang. Ini menunjukkan bahwa akuntan
profesional yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni akan tetap
dibutuhkan di masa depan.
Keterampilan yang Diperlukan
Akuntan profesional yang ingin tetap relevan di era AI perlu
mengembangkan beberapa keterampilan penting, seperti:
1. Kemampuan untuk Berpikir Kritis dan Memecahkan
Masalah: Akuntan perlu mampu menganalisis informasi dengan cermat dan mengambil
keputusan berdasarkan data yang ada.
2. Kemampuan untuk Bekerja dengan Data dan
Teknologi: Akuntan harus memahami dan menggunakan teknologi AI serta alat
analisis data untuk mengoptimalkan pekerjaan mereka.
3. Kemampuan untuk Berkomunikasi Secara Efektif:
Akuntan harus dapat menjelaskan temuan dan rekomendasi mereka kepada klien dan
pemangku kepentingan perusahaan.
4. Kemampuan untuk Bekerja Sama dengan Tim:
Kolaborasi dengan profesional dari berbagai bidang, termasuk data scientist dan
insinyur AI, dapat membantu akuntan memaksimalkan potensi teknologi AI.
Dalam rangka menghadapi perkembangan teknologi AI, akuntan perlu terus
meningkatkan diri mereka sendiri dan mengubah perannya menjadi lebih strategis
dan berorientasi pada layanan. Dengan begitu, pekerjaan akuntan akan tetap
relevan dan berkontribusi pada kesuksesan bisnis di masa depan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Paul Volcker, mantan Ketua Federal Reserve,
"AI akan menciptakan lebih banyak pekerjaan akuntansi daripada yang akan
hilang. Akuntan profesional yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang
mumpuni akan tetap dibutuhkan di masa depan."