Oct 27, 2023 01:48:11 pm
Manhajul Islam, S. Ak - BATS Consulting
Menurut survei terbaru dari
ACCA (Asosiasi Akuntan Bersertifikat Chartered) dan IMA (Institut Akuntan
Manajemen), keyakinan ekonomi sedang menurun untuk kuartal kedua secara
berturut-turut. Ini adalah berita yang perlu diperhatikan bagi para profesional
keuangan dan bisnis di seluruh dunia.
Survey ini dilakukan
sebelum terjadinya konflik di Israel dan Gaza pada bulan Oktober, dan meskipun
ada penurunan sedikit, namun keyakinan ekonomi masih lebih baik dibandingkan
tahun sebelumnya. Namun demikian, indikator-indikator seperti Pesanan Baru,
Pekerjaan, dan Pengeluaran Modal mengalami penurunan, meskipun hanya
Pengeluaran Modal yang berada di bawah rata-rata jangka panjang.
Apa yang menarik adalah
bahwa penurunan keyakinan ekonomi tidak merata di seluruh dunia. Di Amerika
Utara, terjadi penurunan yang mencolok, sementara di Afrika, keyakinan ekonomi
justru mengalami peningkatan yang signifikan. Di Asia Pasifik, terdapat tanda-tanda
perbaikan yang mungkin disebabkan oleh upaya kebijakan ekonomi di Tiongkok.
Sementara di Eropa Barat, sentimen ekonomi terus merosot, yang kemungkinan
mencerminkan masalah ekonomi di zona euro dan Inggris.
Namun, yang mengejutkan
adalah penurunan keyakinan ekonomi di Timur Tengah meskipun harga minyak dunia
telah naik tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Juga, keyakinan di Asia
Selatan mengalami peningkatan kecil, meskipun telah mengalami penurunan yang
signifikan selama setahun terakhir. Hal ini mungkin disebabkan oleh masalah
ekonomi di Pakistan, yang mengalami kesulitan besar.
Survey GECS juga melihat
indikator ketakutan terkait dengan prospek ekonomi. Kekhawatiran bahwa
pelanggan atau pemasok bisa bangkrut sedikit meningkat, meskipun tidak mencapai
level yang sangat mengkhawatirkan berdasarkan sejarah survey ini.
Para ahli ekonomi dari ACCA
dan IMA mengingatkan bahwa ada risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global yang
perlu diperhatikan, seperti dampak dari kebijakan moneter yang sudah
diberlakukan sebelumnya, kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah, harga
minyak yang melonjak, situasi ekonomi Tiongkok, dan masalah geopolitik. Oleh
karena itu, para profesional keuangan dan bisnis diharapkan untuk merencanakan
dengan hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi ini.
Selain itu, para ahli juga
mencatat bahwa inflasi adalah hal yang perlu diperhatikan. Meskipun tekanan
biaya tampaknya telah mencapai puncaknya, namun tetap berada di atas rata-rata
sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa bank sentral mungkin perlu melakukan lebih
banyak tindakan daripada yang diharapkan oleh pasar.
Jadi, sambil kita
melihat perkembangan ekonomi global, penting bagi perusahaan dan individu untuk
merencanakan dengan cermat dan memperhatikan risiko-risiko yang ada. Semoga
ekonomi global dapat pulih dan menjadi lebih stabil dalam waktu dekat.