Susunan dalam Satu Naskah dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
| a. | penghasilan berupa keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan yang dikecualikan dari objek pajak karena diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d angka 4; |
| b. | kriteria keahlian tertentu serta pengenaan Pajak Penghasilan bagi warga negara asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1a); |
| c. | harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan, yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a angka 2; |
| d. | penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf d; |
| e. | kriteria, jangka waktu dan perubahan batasan dividen yang diinvestasikan, serta ketentuan pengecualian Pajak Penghasilan atas dividen atau penghasilan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f; |
| f. | penghasilan dari penanaman modal dalam bidang-bidang tertentu yang diterima oleh dana pensiun, yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h; |
| g. | beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf l; |
| h. | sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan, yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf m; |
| i. | bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kepada Wajib Pajak tertentu, yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf n; |
| j. | dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan/atau BPIH khusus, dan penghasilan dari pengembangan keuangan haji dalam bidang atau instrumen keuangan tertentu yang diterima Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf o; |
| k. | sisa lebih yang diterima/diperoleh badan atau lembaga sosial dan keagamaan, yang dikecualikan dari objek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf p; |
| l. | biaya promosi dan penjualan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a angka 7; |
| m. | piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf h; |
| n. | biaya penggantian atau imbalan yang diberikan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf n; |
| o. | pembentukan atau pemupukan dana cadangan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c; |
| p. | kelompok harta berwujud, masa manfaat, dan penghitungan penyusutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (6) dan ayat (6a); |
| q. | penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam bidang usaha tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (7); |
| r. | saat dimulainya amortisasi untuk bidang usaha tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11A ayat (1a); |
| s. | penghitungan amortisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11A ayat (2) dan ayat (2a); |
| t. | batasan jumlah biaya pinjaman yang dapat dibebankan untuk keperluan penghitungan pajak dalam Pasal 18 ayat (1); |
| u. | penetapan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri atas penyertaan modal pada badan usaha luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2); |
| v. | penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha dalam rangka penghitungan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3); |
| w. | pelaksanaan perjanjian pembentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3a); |
| x. | penetapan pihak yang sebenarnya melakukan pembelian saham atau aktiva perusahaan melalui pihak lain atau badan yang dibentuk untuk maksud demikian (special purpose company) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3b); |
| y. | penetapan penjualan atas pengalihan saham badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau bentuk usaha tetap di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3c); |
| z. | penentuan kembali besarnya penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri dari pemberi kerja yang memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan lain yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3d); |
| aa. | kriteria hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4); |
| bb. | pembentukan dan/atau pelaksanaan perjanjian dan/atau kesepakatan di bidang perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32A, |
Arrangement in One Text of the Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1983 concerning Income Tax as lastly amended by the Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2020 concerning Job Creation
| a. | income in the form of profits due to the transfer assets in the form of grants, assistance, or donations that are exempt from tax object because it is given to blood relatives in the line one degree straight descent and religious bodies, educational bodies, social bodies including foundations, cooperatives, or private persons run micro and small businesses, as long as there is no relationship with business, work, ownership, or control between the parties concerned as referred to in Article 4 paragraph (1) letter d number 4; |
| b. | criteria certain expertise and the imposition of taxes Income for foreign nationals as referred to in Article 4 paragraph (1a); |
| c. | treasure gifts received by blood relatives in straight lineage one degree, religious body, agency education, social bodies including foundations, cooperatives, or private persons who run micro and small businesses, as long as there is no relationship by business, occupation, ownership, or possession of any of them parties concerned, which are excluded from the tax object as referred to in Article 4 paragraph (3) letter a number 2; |
| d. | replacement or compensation in connection with work or services received or obtained in kind and/or enjoyment that is exempt from tax objects as referred to in Article 4 paragraph (3) letter d; |
| e. | criteria, timeframe and limit changes dividends invested, as well as provisions for tax exemptions Income on dividends or other income as referred to in Article 4 paragraph (3) letter f; |
| f. | income from internal investment certain areas received by the pension fund, that is excluded from the tax object as referred to in Article 4 paragraph (3) letter h; |
| g. | scholarship that meet certain requirements excluded from the tax object as referred to in Article 4 paragraph (3) letter l; |
| h. | rest more received or earned by the agency or non-profit institutions engaged in education and/or the field of research and development, which is exempt from tax objects as referred to in Article 4 paragraph (3) letter m; |
| i. | help or compensation paid by the Agency Social Security Administrator for certain Taxpayers, who excluded from the tax object as referred to in Article 4 paragraph (3) letter n; |
| j. | dana payment of Hajj Pilgrimage Organizing Fees (BPIH) and/or special BPIH, and income from financial development pilgrimage in certain fields or financial instruments received by the Agency Hajj Financial Manager (BPKH), which is exempt from tax objects as referred to in Article 4 paragraph (3) letter o; |
| k. | rest more received/obtained by the agency or social and religious institutions, which are exempt from tax objects as referred to in Article 4 paragraph (3) letter p; |
| l. | cost promotions and sales that can deducted from gross income as referred to in Article 6 paragraph (1) letter a number 7; |
| m. | accounts which obviously cannot be billed can be deducted from gross income as referred to in Article 6 paragraph (1) letter h; |
| n. | cost reimbursement or compensation given in kind and/or enjoyment that can be deducted from gross income as referred to in Article 6 paragraph (1) letter n; |
| o. | formation or the fertilization of a reserve fund can be deducted from gross income as referred to in Article 9 paragraph (1) letter c; |
| p. | group tangible assets, useful lives, and calculation of depreciation as referred to in Article 11 paragraph (6) and paragraph (6a); |
| q. | shrink on tangible assets owned and used in certain business fields as referred to in Article 11 paragraph (7); |
| r. | moment the commencement of amortization for certain business fields as referred to in Article 11A paragraph (1a); |
| s. | calculation amortization as referred to in Article 11A paragraph (2) and paragraph (2a); |
| t. | limit the amount of loan fees that can be charged for the purposes of calculating the tax in Article 18 paragraph (1); |
| u. | assignment when dividends are received by the Compulsory Domestic taxes on equity participation in foreign business entities other than a business entity that sells its shares on the stock exchange as referred to referred to in Article 18 paragraph (2); |
| v. | implementation the principle of fairness and customary business in the context of calculating the amount of Taxable Income for the Compulsory Person Taxes that have a special relationship with other Taxpayers as referred to in Article 18 paragraph (3); |
| w. | implementation price fixing agreement transactions between related parties as referred to in Article 18 paragraph (3a); |
| x. | assignment the actual party doing it purchase of shares or company assets through other parties or entities formed for such purposes (special purpose company) as referred to in Article 18 paragraph (3b); |
| y. | assignment sales on the transfer of corporate shares established or domiciled in Indonesia or business form remain in Indonesia as referred to in Article 18 paragraph (3c); |
| z. | determination return the amount of income obtained by domestic individual taxpayers from the employer that have special relationships with other companies that do not established and not domiciled in Indonesia as such referred to in Article 18 paragraph (3d); |
| aa. | criteria special relationship as referred to in Article 18 paragraph (4); |
| bb. | formation and/or implementation of the agreement and/or agreements in the field of taxation as referred to in Article 32A, |