Susunan dalam Satu Naskah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021
| (1) | Menteri Keuangan menunjuk pihak lain untuk melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. |
| (2) | Pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pihak yang terlibat langsung atau memfasilitasi transaksi antarpihak yang bertransaksi. |
| (3) | Penetapan, penagihan, upaya hukum, dan pengenaan sanksi terhadap Wajib Pajak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan berlaku secara mutatis mutandis terhadap pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). |
| (4) | Dalam hal pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan penyelenggara sistem elektronik, selain dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), terhadap penyelenggara sistem elektronik dimaksud dapat dikenai sanksi berupa pemutusan akses setelah diberikan teguran. |
| (5) | Dalam hal pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah diberikan teguran, terhadap pihak lain tidak dikenai sanksi pemutusan akses. |
| (6) | Dalam hal pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah dilakukan pemutusan akses, terhadap pihak lain dilakukan normalisasi akses kembali. |
| (7) | Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika berwenang melakukan pemutusan akses sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan melakukan normalisasi akses sebagaimana dimaksud pada ayat (6) berdasarkan permintaan Menteri Keuangan. |
Composition in One Text of the Law of the Republic of Indonesia Number 6 of 1983 concerning General Provisions and Tax Procedures as last amended by Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 2021
| (1) | Minister Finance appointed another party for perform tax deduction, collection, deposit, and/or tax reporting in accordance with statutory provisions. |
| (2) | Parties others as referred to in paragraph (1) is a party directly involved in or facilitating a transaction between transacting parties. |
| (3) | Set, billing, legal action, and imposition sanctions against taxpayers as regulated in regulations laws and regulations in the field of taxation apply mutatis mutandis against other parties as referred to in paragraph (2). |
| (4) | In the case of other parties as referred to paragraph (2) is an electronic system operator, in addition to being subject to sanctions as referred to in paragraph (3), against the organizers the intended electronic system may be subject to sanctions in the form of termination of access after being given a warning. |
| (5) | In the case of other parties as referred to paragraph (4) has deducted, collected, deposited, and/or reporting in accordance with the provisions of the legislation after given a warning, the other party is not subject to termination sanctions access. |
| (6) | In the case of other parties as referred to paragraph (4) has deducted, collected, deposited, and/or reporting in accordance with the provisions of the legislation after access is terminated, other parties are normalized access again. |
| (7) | Minister who manages business government in the field of communication and informatics has the authority to terminate access as referred to in paragraph (4) and carry out normalization access as referred to in paragraph (6) based on the request of the Minister Finance. |